Ada beberapa panduan tim Piala Dunia 2018 Kroasia seperti taktik, pemain kunci, dan prediksi ahli

Walau alasan jika 4-3-3 mungkin saja lebih pas, formasi default Kroasia sudah lama 4-2-3-1 – dengan ganjalan aneh jadi berlian gelandang 4-4-2. Zlatko Dalic mengubah berarti selekasnya sesudah menggantikan menjadi manajer (dua hari sebelum kompetisi group pemilihan melawan Ukraina di kwalifikasi), mengalihkan Luka Modric ke tempat No 10, peranan yang jarang diduduki pemain Real Madrid semenjak hari-hari awal. Teka-teki Modric-Ivan Rakitic merupakan batu sandungan buat pendahulu Dalic, yang berjuang untuk memakai ketrampilan bermain bintang ke-2 dengan koheren ; jalan keluar pelatih baru terbayar di Kiev serta di set play-off melawan Yunani. Kroasia makin tergantung pada Modric.

Dia awal mulanya mengatur permainan dari sedekat pinggir kotaknya sendiri, lakukan banyak pekerjaan defensif juga. Siapa juga yang bermain di depannya – biasanya Rakitic, Marcelo Brozovic atau Mateo Kovacic – jarang memberi umpan-umpan pembunuh serta Kroasia terpenting menyerang di bagian-bagian, yang aneh buat suatu team yang dipenuhi oleh talenta gelandang. Saat ini Modric, bermain tambah tinggi, mempunyai lebih dikit waktu serta ruangan pada bola serta statistik kelulusannya tidaklah terlalu mengesankan. Tapi faedahnya mungkin saja semakin besar dibanding kerugiannya : Dalic mengharap kecerdasan serta pergerakan Modric akan membawa semakin banyak sayatan. Rakitic mesti bermain lebih dalam, ikut serta dalam tantangan yang lebih defensif serta semoga ia mesti meluncur ke depan. Itu juga bermakna tidak ada ruangan untuk Brozovic atau Kovacic.

Lihat Juga :  Dembele Jadi Alat Tukar Barcelona untuk Gaet Hazard

Alih-alih Dalic memerlukan seorang yang bisa memberi dikit semakin banyak kesetimbangan serta, sesaat dia tidak mempunyai gelandang bertahan sejati, Milan Badelj dari Fiorentina pas dengan cetakan itu sangat baik dari siapa juga. Danijel Subasic dari Monaco merupakan starter spesifik di gawang, dengan Sime Vrsaljko serta, mungkin saja, Ivan Strinic menjadi bek sayap. Domagoj Vida, Dejan Lovren serta Vedran Corluka akan berkompetisi untuk dua tempat bek tengah. Corluka dipakai untuk memegang keuntungan lewat cara senioritas tapi dia sudah banyak terluka belakangan ini. Walau Kroasia mustahil mainkan garis tinggi, dua yang lain nampaknya lebih aman. Bagian kanan serangan umumnya lebih repot dibanding kiri, dengan Vrsaljko maju tinggi sekali serta pemain sayap – baik itu Andrej Kramaric, Mario Mandzukic atau orang yang lain – memotong ke.

Modric akan ada disana waktu Kroasia tampak memberatkan zone pitch itu. Bek kiri sudah lama dipandang seperti titik lemah serta banyak lawan sudah lihat untuk mengeksploitasinya. Walau memang benar jika Kroasia tidak mempunyai pemain kelas tiga, ini dapat adalah pertanyaan mengenai pentingnya memberi perlindungan yang lebih defensif untuk Ivan Perisic. Pemain Internazionale berpindah dari lari ke ruangan 1/2 ke permainan sayap kiri yang lebih konvensional, sesaat berperan dikit mengarah lainnya serta kerap tinggalkan rekanan setimnya di belakangnya. Perisic, walau beberapa tampilan lemah dalam beberapa kompetisi paling akhir serta tantangan yang diserahkan oleh pemain muda seperti Ante Rebic serta Marko Pjaca, peluang akan menjaga posisinya. Kramaric serta Mandzukic peluang akan bertukar tempat dalam serangan, yang bermakna tempat tengah-maju dihuni oleh striker kuat (Mandzukic) atau penyerang yang lebih fleksibel (Kramaric). Nikola Kalinic merupakan garis depan untuk bermain di muka. Akan tetapi serangan mereka berbaris, starting XI Kroasia mempunyai umur rata-rata hampir 30 serta mereka bisa menjadi salah satunya team paling tua di Piala Dunia.

Lihat Juga :  Apa yang salah dengan sepak bola di AS? Ini adalah olahraga anak yang kaya dan putih, kata Hope Solo

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme