Persiapan Piala Dunia Jepang di bawah pengawasan ketat

Empat tahun lantas, 700 pengagum lihat Jepang turun di Bandara Narita Tokyo. Akhir minggu lantas, tim pergi untuk Piala Dunia 2018 serta cuma 150 yang membuat perjalanan ke Samurai Biru. Kepercayaan jika team bisa keluar dari apa yang semestinya jadi grup yang bisa dilewati dengan Kolombia, Senegal, serta Polandia rendah. Jepang tinggalkan Negeri Matahari Terbit pada tahun 2014 tidak cuma dengan sorak-sorai beberapa ratus pengagum berdengung di telinga mereka tapi dengan kepercayaan riil jika penyelesaian putaran ke-2 tahun 2002 serta 2010 dapat sangat baik. Bagian Alberto Zaccheroni itu cuma ambil satu point dalam kompetisi yang memilukan bukan hanya satu argumen untuk minimnya keceriaan kesempatan ini. Banyak yang terjadi, ataukah tidak berlangsung, semenjak itu. Zaccheroni tidak tahan lama sesudah kompetisi 2014. Keluarnya perempatfinal yang menyedihkan melawan Uni Emirat Arab di Piala Asia 2015 menolong pastikan jika substitusi Javier Aguirre tidak tahan lama.

Vahid Halilhodzic, pria yang memimpin Aljazair ke set 16 besar di Brasil, hadir selanjutnya. Dibawah Bosnian, team menaklukkan Australia 2-0 serta maju ke Piala Dunia ke enam berturut-turut dengan satu kompetisi tersisa. Pertunjukan selama jalan ke Rusia tidak seutuhnya memberikan keyakinan tapi terdapat beberapa contoh team yang lakukan apa yang memang perlu dikerjakan dan buang belenggu. Akhirnya semenjak itu, bagaimanapun, sudah jadi miskin. Semenjak itu diatas Socceroos pada bulan Agustus, Halilhodzic sukses cuma tiga kemenangan dalam sembilan kompetisi tersebut serta mereka hadir melawan Selandia Baru, Korea Utara serta Cina. Pada bulan April – cuma dua bulan sebelum kompetisi Piala Dunia pembukaan Jepang melawan Kolombia – Bosnia dipecat. Alasannya merupakan sebagian karena hasil itu tapi juga, menurut FA Jepang, permasalahan komunikasi serta keyakinan dengan beberapa pemain. Halilhodzic, juga diberhentikan mendekati Piala Dunia 2010 oleh Pantai Gading, mungkin saja tidak menolong dianya dengan tunjukkan jika ia siap menjatuhkan tiga bintang besar yang menyerang – Keisuke Honda, Shinji Kagawa serta Shinji Okazaki.

Lihat Juga :  Apa yang salah dengan sepak bola di AS? Ini adalah olahraga anak yang kaya dan putih, kata Hope Solo

” Saat Keisuke Honda dicoret dari team pada musim gugur 2017, semuanya mulai jadi aneh, ” kata Kozo Tashima, CEO FA Jepang sesudah pemecatan Halilhodzic. ” Akhirnya lebih buruk, rangking TV turun, serta keinginan nasional alami penurunan. Tidak sempat ada titik paling rendah semacam ini hingga sampai saat ini. ” Tashima melihat ke Akira Nishino, bekas pelatih Gamba Osaka, sampai akhir Piala Dunia. Pemain berumur 63 tahun itu dilihat menjadi sepasang tangan yang aman serta tim terakhirnya aman sampai tidak menarik. Mereka yang inginkan suntikan pemuda serta kemampuan sedih. Ada beberapa bakat muda yang mengesankan di Eropa seperti Ritsu Doan dari Groningen serta bintang yang berbasiskan di Portugal Shoya Nakajima tapi mereka diacuhkan. Dengan umur rata-rata lebih dari 28 tahun, ini merupakan tim paling tua yang sempat diambil Jepang ke Piala Dunia. Tapi saat Anda menunjuk pelatih konservatif dalam kontrak periode pendek, minimnya bolters semestinya tidak jadi surprise.

Harapannya saat ini merupakan bintang-bintang besar bercahaya. Kagawa, roti panggang sepakbola Asia dalam dua atau tiga tahun pertama dekade ini, belumlah tampak dengan cara berkelanjutan untuk negaranya sepanjang sekian waktu – gelandang itu populer dijatuhkan oleh Zaccheroni sepanjang Piala Dunia 2014. Cedera serta bentuk club acuh tidak acuh sudah membatasi pengaruhnya untuk Jepang semenjak, serta ada peluang riil jika ia akan tidak mulai dibawah Halilhodzic. Honda juga kehilangan status jimatnya. Pasangan itu terkadang mulia bersama dengan satu tahun lebih waktu lalu serta mesti balik lagi. Dalam mendapat kembali band, Nishino sudah memaku warna keputusannya ke tiang. Dia, serta JFA, akan dinilai berdasar pada hasil pada bulan Juni. Hanya satu kompetisi pertemanan selama ini tidak menggembirakan saat Ghana hadir ke Yokohama serta menang 2-0 pada hujan akhir Mei. Hinaan gurauan di peluit akhir merupakan karena kapasitas datar hasil dari. Pertahanan tiga orang tidak tampak nyaman serta walau banyak umpan cantik di lini tengah, Samurai Biru membuat dikit.

Lihat Juga :  Neymar: Semoga Cristiano Ronaldo Sukses di Juventus

Friday’s friendly with Switzerland tampak begitu terpenting. Tidak cuma dalam soal kontrol menit paling akhir dari formasi serta pemain tapi untuk hindari beruntun tanpa kemenangan yang membentang sampai lima kompetisi serta menempatkan kembali musim semi ke langkah team yang tampak dikit basi. Persiapan Jepang lalu selesai melawan Paraguay. Pada tahun 2010, Amerika Selatan melompati Jepang untuk tempat di perempat final sesudah beradu penalti. Itu merupakan kompetisi yang bagus untuk team yang bahkan juga lebih jelek dalam bangun. Jika histori delapan tahun waktu lalu bisa terulang lagi merupakan sedotan kecil untuk kopling. Akan tetapi, pada sekarang ini, perulangan 2014 terlihat lebih mungkin saja dibanding perulangan tahun 2010.

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme